Midnight shopping ala Bandung


Jarum jam menunjukkan pukul 23.00 WIB. Malam minggu kali ini terasa lebih dingin di Bandung dibandingkan malam biasanya. Pergantian cuaca antara musim kemarau dan penghujan membuat angin malam terasa menusuk tulang. Anehnya, hal tersebut tidak mengurangi niat Rian dan sebagian besar pengunjung di sebuah pusat perbelanjaan, mereka berlomba mengisi troli dengan aneka makanan dan minuman.
Bukan hal aneh ada pasar modern yang buka hingga tengah malam, bahkan lebih pada akhir pekan ataupun libur khusus. Apalagi mendekati hari raya seperti saat ini, beberapa pasar modern besar sudah menyiapkan diri untuk buka hampir 24 jam.
Hal tersebut mulai berkembang sejak tiga tahun lalu di berbagai kota besar. Banyak karyawan kantoran yang tidak bisa berbelanja di siang hari mencari pasar modern dengan jam buka hingga larut malam.
Konsumen merasa terbantu dengan adanya pasar modern yang buka hingga larut malam. Mereka bisa membeli aneka kebutuhan pokok, seperti mencari makanan di bulan puasa, dan membeli kekurangan kebutuhan menjelang Lebaran.
Bahkan, di beberapa kota besar sudah ada pasar modern yang rutin buka hingga larut malam. ekarang bukan hal luar biasa melihat pasar modern buka hingga larut malam, sama seperti mencari tempat makan di tengah malam.
Nah, apa jadinya jika konsep tersebut diterapkan untuk gerai yang menjual barang kebutuhan sekunder seperti pakaian.
Menjelang Lebaran ini tren belanja pakaian pada malam hari mulai diperkenalkan di Kota Bandung. Sebut saja FO Summit, Mode Plus, dan Formen yang membuka tokonya hingga tengah malam saat akhir pekan mulai 7 September-hingga 6 Oktober.
Konsep belanja produk fashion tengah malam hampir sama dengan ide pasar modern yang buka hingga larut malam.
Kehidupan kaum urban di mana siang hari dihabiskan untuk bekerja hingga larut malam membuat mereka hanya memiliki waktu senggang di malam hari untuk berbelanja.
"Belanja malam hari di toko yang buka hingga larut malam juga lebih menyenangkan, pembeli merasa santai karena tidak dikejar jam tutup toko," ujar Pemilik jaringan factory outlet (FO) The Big Price Cut, Perry Tristianto, kepada Bisnis.
Program midnight shopping The Big Price Cut memang menawarkan keuntungan lebih, bahkan pemilik kartu kredit tertentu bisa mendapatkan potongan harga hingga 50% untuk pembelian Rp500.000 hingga Rp2 juta per transaksi.
Sebagai perkenalan dengan konsumen, saat ini program tersebut hanya berlaku pada Jumat malam dan Sabtu malam pukul 21.00-24.00 wib di tiga gerai yaitu Summit di Jl Riau 61, Formen di Riau 36, serta Mode Plus di Jl Setiabudi 41F.
Hasilnya, boleh dikatakan terobosan ini disambut antusias oleh konsumen terutama pemegang kartu kredit Standar Chartered Gold dan Platinum yang bisa memperoleh potongan harga 50% setiap transaksi.
Pasar malam
Selain gerai pabrik, Paskal Hyper Square-sebuah pusat perbelanjaan dan tempat nongkrong yang relatif baru di Kota Bandung-mengadakan program belanja malam hari. Acaranya dikemas seperti pasar malam, maka itu jadilah acara Paskal Night Market 26-30 September 2007.
Belanja malam hari di pusat perbelanjaan ini dipusatkan sepanjang area taman parkir dengan konsep bazar. Buka mulai pukul 18.00 pada hari biasa dan khusus Minggu mulai pukul 10.00, kegiatan ini berakhir tepat tengah malam.
Sama dengan Summit, Formen, dan Mode Plus, Paskal Hyper Square menjual aneka produk fashion dari FO maupun Distro yang ada di Kota Bandung. Acara ini sendiri juga dimeriahkan panggung kesenian seperti parade bedug, tasawuf hingga musik akustik.
"Kami membidik pengunjung pulang kantor yang ingin buka bersama ataupun menikmati sensasi belanja malam hari di Bandung dalam suasana Ramadan," ujar Jackie Djakaria, Event Promotion Paskal Hyper Square.
Selain pakaian, acara ini juga menjual aneka jenis kebutuhan sekunder mulai dari tempat tidur hingga barang pecah belah. Pengunjung dapat mencari aneka kebutuhan untuk menyiapkan Lebaran dalam rumah.
Jika lelah, tidak sedikit stand yang menjual panganan dan minuman. Paskal Hyper Square pun dilengkapi foodcourt yang terkenal nyaman dan buka 24 jam.
Pada akhir pekan, keluarga maupun pelancong dari luar kota dapat menikmati belanja segala kebutuhan produk fashion di tempat ini dengan konsep one stop shopping. Belanja pakaian, barang pecah belah, hingga makan malam atapun sahur.
Belanja pada malam hari memang lebih nyaman, apalagi bulan puasa seperti ini sembari menunggu waktu sahur. Ternyata, belanja produk fashion malam hari di bulan puasa tidak perlu masuk dalam agenda program sebuah gerai. Tengoklah clothing Airplane Systm yang tidak secara khusus mengemas midnight shopping, meskipun tokonya baru bisa ditutup rata-rata pukul 23.00 dari biasanya pukul 21.00 WIB selama Ramadan.
Pemilik clothing Airplane Systm Tubagus Fiki Chikara Satari mengatakan sejak awal puasa mulai terasa peningkatan penjualan dan akan meningkat tajam mulai H-14 Lebaran.
"Seminggu sebelum Lebaran pada tahun lalu, kami sampai harus menerapkan sistem buka tutup, karena terjadi antrean pengunjung hingga ujung area parkir," ujarnya.
Belanja di malam hari, sepertinya akan menjadi tren di kemudian hari. Dan jauh sebelum Ramadan ini, clothing Ouval Research pernah merayakan detik-detik ulang tahun ke-10 dengan mengadakan midnight sale pada 31 Mei 2007. Gerai busana anak muda ini memberikan potongan harga bagi pengunjung yang berbelanja mulai pukul 20.00 sampai pukul 01.00.
Akan tetapi tak perlu mempersoalkan lagi siapa yang pertama kali memunculkan program belanja di malam hari. Yang penting, midnight shopping mesti menjadi 'identitas' belanja yang baru, sekaligus membuktikan kreativitas Urang Bandung teh tidak pernah mati. (redaksi@bisnis.co.id)

Fita Indah Maulani
Kontributor Bisnis Indonesia

Smart Shopping Tue, 02 Oct 2007
Sumber: Bisnis Indonesia